Air Matamu

Langit mendung matahari murung

Guntur meraung membuncah pecah

Sepekat mendung itukah hatimu?

Di bawah pohon itu kau berdiri

Melambai menyongsong kehadiranku

Kulihat kau tersenyum

Senyum yang tak seperti biasa

Akupun menyadari dibalik senyum itu

Kau merintih menangis terluka

Dan tak tertahan lagi

Kau pun tersedu dalam pelukku

Sederas hujan airmatamu membasahi

Tak sepatah kata kau ucapkan

Menerjemahkan setiap tetes airmata


About this entry