Untutkmu Imamku

Betahun-tahun kami menemanimu

Tanpa bisa memberimu sesuatu

Selain rengekan manja nan nakal

Dan kau tak pernah mengeluh untuk mengabulkannya

Ketika suatu hari ku lihat sebutir kristal di sudut matamu

Aku hanya bisa mengira tanpa berani bertanya

Mungkinkah kau lelah mendengar rengekan kami?

 

Pagi ini saat bukit masih berselimut kabut

Kudengar kau menyapa

Meminta kami untuk membuka mata

Memulai hari menatap dunia

Meski kau tahu mata kami telah terbuka

Telah memulai hari menatap dunia

Namun tanpa pernah mengenal lelah

Sapamu selalu mengawali hari kami

 

Dan masih di pagi yang sama

Saat kau tuangkan teh di gelas kami

Menatap setiap guratan di wajahmu

Melirik warna putih keperakan di rambutmu

Ku tersadar akan suatu hal

Hari ini….ya di hari ini..

Setengah abad dwiwarsa kau lalui

Pahit getir putaran roda kehidupan

 

Dan bertahun-tahun kami menemanimu

Tanpa sesuatu dari kami di setiap hitungannya

Kau pun tak pernah memintanya

Bahkan mungkin kau lupa setiap hitungannya

Tapi hari ini

Dengan seganap cinta dari kami

Beramai membisik rangkaian kata-kata

 

Selamat ulang tahun ayah

Kami bangga menjadi putra-putrimu


About this entry