Seandainya by The Titans

Aneh dengan apa yang kurasa. Setiap kali lagu ini mengetuk gendang telingaku, aku selalu berharap bahwa lagu ini adalah suara hatimu untukku. Meskipun sampai detik ini yang kuyakini adalah apa yang kurasakan ini bukanlah cinta. Aku mengharapkan hadirmu kembali dalam malam-malamku, membawaku dalam kebisuanmu.

Apa sebenarnya yang aku rasakan?

Pernah tanpa alasan yang jelas aku menangisimu. Membawa bayangmu dalam keterjagaanku. Apakah ini cinta? Tapi kenapa tak secuilpun cemburu saat melihatmu bersama yang lain? Bahkan keinginan untuk memilikimu pun aku tak punya. Yang kutahu adalah aku merasa senang jika di dekatmu, merasa tenang, terlindungi. Mungkin jika suatu hari nanti kau ucap cinta untukku, kemungkinan besar aku akan katakan “tidak”.

Aku ingat, hari itu ketika kamu masih kerja di Jakarta. Sering sekali kamu menelponku, just want to say “hi”. Tahukah kamu apa yang aku rasakan? Aku merasa menjadi orang yang begitu berarti bagimu saat itu. Pun ketika dalam telponmu itu kamu menangis, benar-benar menangis. Aku benar-benar tak percaya kamu melakukannya, kamu menangis. Andai saja saat itu aku ada di sampingmu, meski bukan sebuah pelukan tapi akan ku tenangkan dirimu sekuat tenagaku.

“Kakak, adek kangen sama candaan kakak. Adek pengen liat pasar malam, nongkrong, dan minum wedang ronde sama kakak. Adek kangen sama sms2 kakak yang suka gangguin tidur adek.”


About this entry