Apa kalian tahu?

Apa kalian tahu, dia benar-benar tertekan, entah seberapa dalam. Tentang cita-citanya, tentang masa depannya, tentang sesuatu yang belum tentu akan ditemuinya.

Apa kalian tahu jika sebelum dia melangkah, di belakangnya telah muncul gunung-gunung harapan yang menjulang tinggi.

Apa kalian tahu, bukan dia yang membuat, tetapi seseorang yang begitu berarti baginya, yang tak ingin disakitinya, yang selalu ingin dibahagiakannya, yang dia tak pernah rela orang lain membuatnya terluka. Seorang yang membukakannya jendela dunia. Seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan, ibu.

Apa kalian tahu, bukannya dia tak bercita-cita tinggi, bukannya dia tak ingin mewujudkan mimpi-mimpinya, bukannya dia tak peduli dengan masa depannya, dia hanya ingin membiarkan semuanya berjalan sewajarnya.

Apa kalian tahu, dia belum mulai. Jangan minta dia diterima jika melamar kerja saja belum, Jangan minta gajinya dinaikkan jika dia belum mulai bekerja. Jangan minta dia kuliah S2, jika kuliah S1 saja dia belum mulai.

Apa kalian tahu, ketika malam mulai beranjak, ketika kesendirian mulai merayap, Dia tak pernah bisa lagi menahan bulir hangat dari sudut matanya.

Apa kalian tahu, mengapa dia selalu terdiam? karena dia ingin menyimpan segala rasa dalam hatinya sendirian.

Apa kalian tahu, ibunya sering merasa aneh jika melihatnya sedang tersenyum atau tertawa. Apa kalian tahu, bagi ibunya jika dia sedang tersenyum atau tertawa berarti telah terjadi sesuatu yang luar biasa dalam dirinya.

Apa kalian tahu, banyak orang yang tak menerima keterdiamannya, ketersendiriannya, bahkan dirinya sendiri.

Apakah kalian tahu, sekarang dia tengah menangis di dalam hatinya. Sendiri menguatkan dirinya.


About this entry