Saya mengaguminya

Saya mengaguminya? ya, Saya mengaguminya.  Entah sejak kapan tepatnya, yang jelas sudah sejak sembilan bulanan yang lalu. Awalnya saya hanya bisa membaca tulisannya, lalu ber-YMan dengannya, dan yang terakhir saya bisa ber-sms dan bahkan mendengar suaranya. Saya benar-benar mengaguminya, khususnya tulisan-tulisannya. Menurut saya, setiap kata yang dituliskannya selalu mempunyai daya bius yang luar biasa. Saya tak pernah bisa melepas pandangan saya ketika membaca tulisannya.

Seperti kebiasaaan saya setiap mengenal seseorang, saya selalu membuat analisa tentang pribadi orang tersebut. Tak peduli apakah analisa saya benar atau tidak. Tentang dia yang hanya saya kenal dalam dunia maya saya juga ber-analisa. Saya pikir dia adalah orang yang sabar, sederhana, penyayang, bijaksana, ada kalanya diam itu emas dan memang dalam diamnya bisa ditemukan emas. Saya merasa ada banyak hal dalam diri saya yang juga ada pada dirinya. Entah apa itu tapi itulah yang membuat saya “nyambung” dengan dia.

Sejak saya mengenalnya, selalu ada yang saya rindukan darinya. Tulisa-tulisannya yang utama. Selebihnya, sekedar missed call darinya ditengah malam, disaat saya tengah asik bercumbu dengan bantal dan guling, ternyata mampu membuat saya menarik pipi saya untuk memunculkan seukir senyum. Tak seperti jika yang  melakukan panggilan itu  adalah orang selain dia. Belum lagi kalo saya berkesempatan ber-sms dengannya. Tak peduli berapa pulsa yang saya keluarkan atau semalam apa dia memulainya. Yang jelas, saya merasa sangat senang ketika saya bisa berkomunikasi dengannya.

Selain itu dia tinggal di kota impian saya. sebuah kota yang sangat saya impikan dari kecil. Saya tidak tahu kapan dan bagaimana saya menjadikan kota itu sebagai kota impian. Salah satu hal yang menjadi tekad saya adalah bisa mengunjungi kota itu. Dan jika nanti saya bisa mengunjungi kota itu, satu hal yang tak akan saya tinggalkan, yaitu menemuinya. Insya Allah.


About this entry