Saya sebut itu, KEBODOHAN!!
Kemaren sore saat pulang kerja, kejadian naas itu terjadi. Tepat di depan mata saya. Mobil box itu melindasnya. Tanpa rasa berdosa dia tetap melaju. Mobil brengsek!!! saya mengumpati mobil itu dalam hati. Dan tahukah apa yang saya lakukan saat itu? Saya hanya bergeming, diam membisu seperti patung batu, dan tak berbuat sesuatu. DASAR BODOH!!! kenapa saya hanya diam saja??? Bekali-kali kucing itu terlindas roda-roda sialan itu. Dan dengan begitu bodohnya saya hanya menatap.
Sampai saya menapakkan kaki di angkot, masih belum ada yang tergerak hatinya untuk menolong. Saya menyesal! Kenapa saya begitu PELIT membagi waktu saya untuk mengurus mayat kucing itu. Sepanjang perjalanan pulang, saya merasa ada sesuatu yang mencekat di tenggorokan saya. Entah apapun itu tapi saya merasa tersiksa.
Sampai di rumah, saya merasa lemas tak berdaya. Ibu sempat khawatir dengan keadaan saya sore itu. Apalagi ketika saya menceritakan kejadiannya. “Seharusnya kamu tadi mengurusnya!” begitu kata ibu saya. Yaah, seharusnya memang saya tadi mengurusnya. Menguburkannya dengan layak, sebagaimana mestinya. Saya hanya bisa menangis menyesali kebodohan saya. Andai saja waktu bisa diputar ulang…
Bagi sebagian orang, mungkin saya terlalu berlebihan. “Hanya seekor kucing saja, jangan lebay ahh,,” begitu kata seorang teman saya. Terserah!! tapi itulah yang saya rasakan. Saya tahu itu hanya seeokor kucing tapi saya…. Aaaahh, tak adakah yang bisa mengerti perasaan saya?
About this entry
You’re currently reading “Saya sebut itu, KEBODOHAN!!,” an entry on
- Published:
- Juli 11, 2008 / 9:59 am
- Category:
- share
- Tags:
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]