Rasanya? Luar Biasa!!!

Benar, rasanya memang luar biasa. Luar biasa sakitnya, luar biasa bodohnya. Bagaimana tidak? Saya tidak sedang jatuh cinta padanya tapi saya merasa kecewa ketika tahu bahwa dia telah berdua. Perasaan macam apa ini???  Sambil menahan perih, saya memaki-maki diri sendiri sampai saya nangis. Memaki karena merasa membodohi diri dengan imajinasi. Mungkir dari perasaan berlebih dan menolak sakit hati. Sial!!! Saya masih saja menikmati imajinasi yang makin fiktif.

Sekarang saya mulai berpikir, berintrospeksi. Saya memang tidak merasa sedang jatuh cinta padanya. Tapi apa yang saya lakukan? Menggunakan wajahnya sebagai salah satu tokoh dalam imajinasi saya. Memberikannya berbagai peran berbeda. Tak jarang saya menjadikannya tokoh utama. Kemudian merasa kecewa ketika sang tokoh utama itu telah tak semestinya menjadi tokoh utama. Menyesal? Tidak. Karena saya menikmatinya, sehingga measa tak perlu menyesal.

Dan besok adalah hari itu. Berharap untuk bertemu tapi saya takut tambah kecewa. Let’s see tomorrow!! What will happen in there.


About this entry